Senin, 30 Mei 2011

"MATUBEK-BEK"

"SELAMAT  MALAM ANGKOLA"
(Menyimak pembicaraan matubek-bek karena cemburu)
~Tinjauan Islami ~
_______________________________________________

Para kawan....!

Berikut kutipannya dalam ilustrasi gambarnya :

Para kawan....!
Dalam salah satu situs mengenai cinta manusia kepada harta benda dikatakan :
"Manusia memiliki kecintaan yang sangat besar terhadap harta bEnda, karena dengan harta ia dapat memnuhi semua kebutuhannya, dapat memperoleh jabatan dan pengaruh diantara manusia, dapat meraih kekuatan dan kuasa politik serta ekonomi di dalam masyarakat" Karena itu "Matubekbeknya" seorang istri terhadap suami bisa saja
terjadi karena kecintaan tersebut. 

Terhadap hal ini  Rasulullah bersabda :

‘Seseorang pada Hari Akhir nanti pasti akan ditanya tentang empat hal: usianya untuk apa dihabiskan, jasmaninya untuk apa dipergunakan, hartanya darimana didapatkan dan untuk apa dipergunakan, serta ilmunya untuk apa dipergunakan’’.

Terhadap hal ini, Allah Swt berfirman :

Harta sebagai perhiasan hidup yang memungkinkan manusia bisa menikmatinya dengan baik dan tidak berlebih-lebihan ( Ali Imran: 14). Sebagai perhiasan hidup harta sering menyebabkan keangkuhan, kesombongan serta kebanggaan diri.(Al-Alaq: 6-7).

Parakawan....selamat malam...!
___________________________________________________
Sejak diposting sampai 23 Agustus 2012 dilihat 20 kali.

Sabtu, 28 Mei 2011

"OPPU NI API"

#SELAMAT MALAM TAPANULI#
(Mencari alasan timbulnya istilah oppu ni api)
___________________________________________________________

Para kawan...!

Bagi penulis blog ini, salah satu pertinggal yang susah dilupakan dari Angkola adalah "Matubekbek". Alasannya seru untuk di dengar  juga seru untuk bahan humor.
Mengapa tidak/biasi inda...! coba saja anda bayangkan diri anda/kita jadi sasaran matubekbek, apapun yang anda tidak suka justru itu pula yang bisa terdengar..

Para kawan...!

Yang namanya manusia, selalu menyukai apa yang dia suka. Jika sebaliknya, maka
tak jarang  memberi respon yang tidak postif. Khusus untuk "Matubekbek respon
umum yang timbul adalah "Marungut-ungut/bukan ungut-ungut lagu da anggia" bagi
seorang anak.

Jika posisinya sebagai suami yang jadi sasaran "Matubekbek" justru lebih seru lagi. Tak jarang seorang Bapak baru pulang dari kode kopi masuk rumah dari pintu dapur untuk kemudian lutcat dari pittu tonga karena dapat sambutan matubekbek.

Sebagai bentuk perlawanan bapak ini biasanya pergi lagi ke kode kopi untuk mengatur strategi bagaimana caranya mengatasi "Ina-ina nai bagas" aso ulang matu bekbek lagi.,
begitu kabar yang saya dengar kawan.

Kabar lainnya yang saya dengar, para ibu-ibu atu ina-ina yang suka matubek-bek ini
mereka panggil "Oppu ni api". Kakakakakaka...kkk...kkk...suatu panggilan perlawanan
dari para suami yang melawan dari belakang panggung, Dengan k ata lain, panggilan ini
adalah panggilan dari mereka para suami - suami yang takut istrinya. Katanya.
Katanya doda puang....!  Jangan magamuk da. hahahaha......

Para  kawan...!

Selamat malam....!
_________________________________________________________________
Sejak diposting sampai 23 Agustus 2012 dilihat 33 kali.