#SELAMAT MALAM ANGKOLA#
(Menyimak Lirik Lagu Tapanuli lewat tinjauan islami)
_______________________________________________
Para kawan...!
Saking hebatna kacanduan manukkek di kode kopion, sabape hapuloan sementara dakdanak inda tarurus. Carito terakhir nagot paginjang roho muse noma. Alhasil inda tahan ina-ina, i aduhon tu sopo kehakiman ni parsiranganan. Nung lalu isi attong rap juguk ma dua-dua di jolo ni hakimi. Dohot disapaima :
Hakim :
Ahama inang dirasaho napaling borat kesalahan ni amang ni daganakmon. jawabbo takkas dokkon :
Ina-ina :
Hakim :
Salose Inangna, Amang na jolo...!
Ama-ama :
Pade pak hakim...! Aupe nung do rap dohot ia, naso ungadado hurasa tabo panggule nion.mudana nasiratu, nahurang sira. Ulang be ikaji soal na angir. Hutu gonit, lisamamottar. Nabiasa noma hurasai. Olo botuldoda anggia. Halak doda au on.
Para kawan....! Di artikel Buletin An-nur idokkon dalam saro melayu :
Pernikahan adalah rahmat dan nikmat dari Allah subhanahu wata’ala, yang dengan pernikahan itu manusia merasakan kasih sayang, kedamaian, kelembutan dan nikmatnya kehidupan. Namun di sisi lain tidak setiap orang yang membina rumah tangga akan mendapatkan apa yang tersebut di atas.
Bahkan hampir dipastikan bahwa setiap rumah tangga akan menghadapi berbagai problem, keretakan dan gesekan yang dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga. Masalah rumah tangga terkadang dapat diatasi dan diselesaikan dengan biak, namun terkadang sangat sulit diselesaikan sehingga semakin hari semakin besar dan berlarut-larut dan tak jarang yang akhirnya berujung dengan perceraian.
Para kawan berikut solusi islaminya :
"Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam (juru damai) dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufiq kepada suami isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (An-Nisa': 35)
Para kawan...! Selamat malam.
___________________________________________________________
Sejak diposting sampai 23 Agustus 2012 dilihat 24 kali.
(Menyimak Lirik Lagu Tapanuli lewat tinjauan islami)
_______________________________________________
Para kawan...!
Saking hebatna kacanduan manukkek di kode kopion, sabape hapuloan sementara dakdanak inda tarurus. Carito terakhir nagot paginjang roho muse noma. Alhasil inda tahan ina-ina, i aduhon tu sopo kehakiman ni parsiranganan. Nung lalu isi attong rap juguk ma dua-dua di jolo ni hakimi. Dohot disapaima :
Hakim :
Ahama inang dirasaho napaling borat kesalahan ni amang ni daganakmon. jawabbo takkas dokkon :
Ina-ina :
Nung do rap dohot ia pak hakim, nabitua ulok, butong jinak, darsat dursat songon jelok roba. Anak ni inangna. Ulangdo matubekbek iba, inang naido alo on nibai. Padahal mandok napade do iba. Anak naon soipardulihon ia. Tai anggo lagagna manyattak ari-arion marsebak gombung. Minyakna lavender doba. Gok dope isi natarjojorkon beda pak Hakim.
Ama-ama :
Aben khe lalu tusi kajina. Bujas....bukkak.Ama-ama :
Hakim :
Salose Inangna, Amang na jolo...!
Ama-ama :
Pade pak hakim...! Aupe nung do rap dohot ia, naso ungadado hurasa tabo panggule nion.mudana nasiratu, nahurang sira. Ulang be ikaji soal na angir. Hutu gonit, lisamamottar. Nabiasa noma hurasai. Olo botuldoda anggia. Halak doda au on.
Para kawan....! Di artikel Buletin An-nur idokkon dalam saro melayu :
Pernikahan adalah rahmat dan nikmat dari Allah subhanahu wata’ala, yang dengan pernikahan itu manusia merasakan kasih sayang, kedamaian, kelembutan dan nikmatnya kehidupan. Namun di sisi lain tidak setiap orang yang membina rumah tangga akan mendapatkan apa yang tersebut di atas.
Bahkan hampir dipastikan bahwa setiap rumah tangga akan menghadapi berbagai problem, keretakan dan gesekan yang dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga. Masalah rumah tangga terkadang dapat diatasi dan diselesaikan dengan biak, namun terkadang sangat sulit diselesaikan sehingga semakin hari semakin besar dan berlarut-larut dan tak jarang yang akhirnya berujung dengan perceraian.
Para kawan berikut solusi islaminya :
"Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam (juru damai) dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufiq kepada suami isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (An-Nisa': 35)
Para kawan...! Selamat malam.
___________________________________________________________
Sejak diposting sampai 23 Agustus 2012 dilihat 24 kali.